√ Pengertian Fermentasi, Fungsi, Jenis, Manfaat, Tujuan & Contohnya

Pengertian Fermentasi, Fungsi, Jenis, Manfaat, Tujuan & Contohnya – Kata fermentasi sebenarnya sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Kita sudah sering mendengar kata tersebut baik secara langsung maupun lewat media sosial. Fermentasi biasanya digunakan untuk makanan yang akan diambil manfaatnya ataupun keperluan lainnya. Berbicara mengenai fermentasi, masih banyak diantara kita yang belum paham tentang apa itu fermentasi. Disini kita akan menjelaskan dengan rinci apa itu fermentasi, apa saja fungsinya, jenisnya dan lain sebagainya.

Pengertian Fermentasi, Fungsi, Jenis, Manfaat, Tujuan & Contohnya

Seperti yang sudah dikatakan diatas, disini kita akan membahas fermentasi mulai dari pengertiannya, fungsinya, jenisnya, manfaatnya, tujuannya dan contohnya. Mari kita ulas satu-persatu.

Pengertian Fermentasi

Fermentasi merupakan suatu teknik pengolahan makanan dari bahan pokok menjadi makanan siap saji dengan menggunakan mikroorganisme tertentu. Fermentasi dapat terjadi karena adanya aktivitas mikroba penyebab fermentasi pada substrat organik yang sesuai. Terjadinya fermentasi ini dapat menyebabkan perubahan sifat bahan pangan sebagai akibat dari pemecahan kandungan-kandungan pangan tersebut.

Adapun pengertian lain dari fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen) atau pembebasan energi tanpa adanya oksigen. Contoh minuman dan makanan berfermentasi adalah tape, oncom, bir, keju, dan lain-lain.

Fungsi Fermentasi

  • Menyelamatkan makanan dari berbagai masalah makanan; salah satu masalah makanan adalah roti tidak mengembang, dengan adanya ragi maka roti menjadi berkembang.
  • Penganekaragaman pangan; dengan adanya penganekaragaman pangan maka kebutuhan akan pangan menjadi lebih tercukupi.
  • Memperpanjang masa pemyimpanan; misalnya dengan adanya bakteri Rhizopus oligoporus pada bahan makanan kacang kedelai maka akan menghasilkan tempe yang tahan busuk lebih lama daripada yang tidak diberi bakteri tersebut.
  • Meminimalkan kerugian; dengan masa penyimpanan yang bertambah panjang dengan adanya teknik fermentasi, maka kerugian akan berkurang.
  • Menambah gizi makanan; Jika dimanfaatkan dengan baik maka gizi bahan makanan akan terkendali atau bahkan menambah gizi makanan tersebut.
Baca Juga:  Fungsi Daun Dan Bagian-Bagian Daun Pada Tumbuhan

Jenis-jenis Fermentasi

Berdasarkan produk yang dihasilkan, fermentasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Homofermentatif, yaitu fermentasi yang produk akhirnya hanya berupa asam laktat. Contoh homofermentatif adalah proses fermentasi yang terjadi dalam pembutaan yoghurt.
  • Heterofermentatif, yaitu fermentasi yang produk akhirnya berupa asam laktat dan etanol sama banyak. Contoh heterofermentatif adalah proses fermentasi yang terjadi dalam pembuatan tape.

Berdasarkan penggunaan oksigen, fermentasi dibagi menjadi fermentasi aerobik dan anaerobik, yaitu:

  • Fermentasi aerobik adalah fermentasi yang memerlukan oksigen.
  • Fermentasi anaerobik tidak memerlukan oksigen.

Berdasarkan proses yang dihasilkan oleh mikroba, fermentasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Loading...
  • Fermentasi yang memproduksi sel mikroba (biomass)
    Produksi komersial dari biomass dapat dibedakan menjadi produksi yeast untuk industri roti, dan produksi sel mikroba untuk digunakan sebagai makanan manusia dan hewan.
  • Fermentasi yang menghasilkan enzim dari mikroba
    Secara komersial, enzim dapat diproduksi oleh tanaman, hewan, dan mikroba, namun enzim yang diproduksi oleh mikroba memiliki beberapa keunggulan yaitu, mampu dihasilkan dalam jumlah besar dan mudah untuk meningkatkan produktivitas bila dibandingkan dengan tanaman atau hewan.
  • Fermentasi yang menghasilkan metabolit mikroba
    Metabolit mikroba dapat dibedakan menjadi metabolit primer dan metabolit sekunder. Produk metabolisme primer yang dianggap penting contohnya etanol, asam sitrat, polisakarida, aseton, butanol, dan vitamin. Sedangkan metabolit sekunder yang dihasilkan mikroba contohnya antibiotik, pemacu pertumbuhan, inhibitor enzim, dan lain-lain.

Reaksi Kimia Fermentasi

Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH).

Persamaan reaksi kimia yaitu: C6H12O6 → 2C2H5OH → 2CO2 → 2 ATP

Baca Juga:  2 Jenis Peredaran Darah Manusia Dan Penjelasannya

Reaksi di atas dijelaskan: gula (glukosa, fruktosa dan sukrosa) = alkohol (etanol) + karbondioksida + energi (ATP).

Manfaat Fermentasi

Fermentasi mempunyai beberapa manfaat bagi kita, diantaranya:

  • Memperkaya variasi makanan dengan mengganti aroma, rasa, dan komposisi makanan.
  • Mengawetkan makanan dengan mereproduksi sejumlah asam laktat, alkohol, dan asam asetat dalam besaran yang relevan.
  • Memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan sejumlah protein, asam amino, bersama vitamin.
  • Mengeliminasi senyawa anti nutrien.
  • Mengemat waktu dan sumber kapasitas yang dibutuhkan dalam memproses makanan
  • Makanan berfermentasi dapat meningkatkan nilai gizi bagi yang mengkonsumsi.
  • Makanan atau minuman berfermentasi dapat meningkatkan mutu kesehatan karena mengandung prebiotik.
  • Manfaat makanan atau minuman berfermentasi dapat meningkatkan nilai jual produk serta bernilai ekonomis.

Contoh Fermentasi

Untuk contoh fermentasi sendiri sebenenarnya secara tidak langsung kita sudah sering menemukannya bahkan sering mengkonsumsinya. Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang telah mengalami proses fermentasi.

  • Yoghurt
    Yoghurt merupakan hasil fermentasi bakteri asam laktat, di mana kandungan laktosa dalam susu diubah menjadi asam laktat. Kondisi ini akan membuat susu mengalami pendadihan. Nah, dadih inilah yang kemudian dikumpulkan dan dikemas dalam bentuk yoghurt.
  • Tempe
    Tempe adalah hasil fermentasi dari kacang kedelai dengan menggunakan jamur-jamur dari genus Rhizoporus. Selain banyak kandungan proteinnya, tempe juga gampang dicerna tubuh. Karena saat proses fermentasi, jamur Rhizopus telah menghasilkan enzim protease dan enzim lipase yang menguraikan beberapa zat makanan menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna tubuh.
  • Oncom
    Oncom merupakan hasil fermentasi dari ampas tahu dengan menggunakan jamur Neurospora Sitophila. Jamur ini memproduksi beberapa enzim yang mengakibatkan oncom menjadi lebih lunak dan empuk.
  • Tape
    Tape juga dihasilkan dari proses fermentasi. Ada banyak bahan yang bisa digunakan untuk membuat tape, seperti singkong, ketan hitam, ketan putih dan lain sebagainya. Nantinya, bahan tersebut akan mengalami fermentasi dengan bantuan ragi. Prosesnya berlangsung sekitar 2 sampai 3 hari.
Baca Juga:  Macam-Macam Fungsi Paru-Paru Pada Organ Tubuh Manusia

Demikianlah pembahasan kita tentang Pengertian Fermentasi, Fungsi, Jenis, Manfaat, Tujuan & Contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua, sekian dan terimakasih.

5 (100%) 8 votes
Loading...